kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengusaha butuh insentif yang berhubungan dengan penyerapan tenaga kerja


Rabu, 31 Januari 2018 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Pekerja Beraktivitas Pada Pembangunan Gedung


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak direvisi pada tahun 2015 lalu, insentif pajak baik tax allowance dan tax holiday kian sepi peminat. Rencana revisi kembali beleid tersebut pun kembali bergulir. Kali ini, pemerintah ingin merevisi aturannya agar prosesnya lebih sederhana.

Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanni Iskandar mengatakan, pengusaha memang membutuhkan insentif fiskal pemerintah. Khususnya yang berhubungan dengan pengurangan pajak karena bisa mengurangi biaya.

Lebih lanjut menurutnya, industri yang paling membutuhkan insentif tersebut adalah industri padat karya yang berhubungan dengan tenaga kerja. "Kayaknya (insentif) itu yang belum ada. Kami tunggu-tunggu insentif yang berkaitan langsung dengan perekrutan jumlah tenaga kerja. Saya rasa itu akan menarik sekali," kata Sanni, Rabu (31/1).

Ia mencontohkan, industri padat karya yang mempekerjakan 500-1.000 tenaga kerja akan mendapatkan insentif sekian. Begitu juga industri padat karya yang mempekerjakan 1.000-2.500 tenaga kerja akan mendapatkan insentif sekian.

Insentif yang diberikan pemerintah lanjut dia, juga harus jelas dan pasti. "Dan itu akan langsung dampaknya terhadap pembukaan lapangan kerja," tambah dia.

Sanni mengatakan, pengusaha juga berharap antara kebijakan dengan penerapannya lebih sinkron. Dengan demikian, insentif dari pemerintah tak hanya sekadar iming-iming saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×