kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pengamat: Omong kosong LCGC untuk rakyat miskin


Kamis, 26 September 2013 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Alat berat beroperasi pada tambang batubara milik PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (16/11/2021). 


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pengamat Transportasi, Darmaningtyas, mengatakan, keberadaan mobil murah atau low cost green car (LCGC) bisa dipastikan akan menambah kemacetan kota-kota besar di Indonesia termasuk Jakarta.

Hal itu terjadi, kata Darmaningtyas, lantaran makin banyak kelompok masyarakat yang bisa membeli mobil baru.

"Padahal yang diperlukan masyarakat bukan mobil murah. Tetapi, transportasi umum yang aman, selamat, nyaman, dan terjangkau atau murah," kata Darmaningtyas dalam diskusi soal Polemik Mobil Murah di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Menurut dia, tugas negara adalah menyediakan sarana transportasi tersebut sesuai kepentingan, karakteristik geografis, dan kemampuan masyarakat.

"Bila pemerintah mengeluarkan jawaban dengan kebijakan mobil murah maka itu mencerminkan cara berpikir pemerintah yang centris. Padahal, kita negara kepulauan dan tidak semua daerah butuh mobil murah. Tetapi, ada masyarakat yang butuh kapal, perahu, dan getek murah," kata Direktur Institute Transportasi (Instran) ini.

Darmaningtyas menyebut, kebijakan mobil murah sangat mengabdi pada kepentingan industri otomotif, golongan menengah perkotaan, operator jalan tol, dan investor asing.

"Omong kosong jika mobil murah ini dimaksudkan untuk kelas menengah ke bawah untuk memiliki mobil pribadi," kata Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×