kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pengamat: Dirut BUMN harus kebal tekanan


Rabu, 15 Maret 2017 / 21:21 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Peran Direktur Utama (Dirut) pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat penting. Apalagi bagi kelangsungan bisnis perusahaan pelat merah tersebut.

Pengamat BUMN M Said Didu mengatakan, seorang dirut penting untuk menjaga kepercayaan publik. Apalagi terhadap perusahaan BUMN yang memiliki aset yang besar. "Sangat penting sosok dirut, kepercayaan publik tergantung dirut, kalau berkualitas, kepercayaan tinggi," katanya, Selasa (14/3).

Oleh karena itu, menurutnya, pemilihan dirut perusahaan BUMN harus benar-benar diperhitungkan dengan matang. Setidaknya ada beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang dirut BUMN, diantaranya memiliki daya tahan yang kuat terhadap godaan dari tindakan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Dirut perusahaan BUMN harus kuat terhadap tekanan-tekanan dari berbagai pihak, sehingga memiliki integritas yang tinggi. "Seorang dirut BUMN harus menganggap bila pekerjaan yang dia duduki itu merupakan karier yang terakhir," kata Said.

Sejauh ini, pergantian dirut untuk perusahaan BUMN bidang perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah bagus. Pergantian dirut ini lantaran masa jabatan yang telah habis. Said menilai, rekam jejak Suprajarto juga baik dan sangat kompeten di bidangnya.

Sementara itu, untuk Posisi Dirut Pertamina, Said menilai ini tergantung dengan Presiden. "Saya katakan untuk Pertamina tergantung dengan Presiden. Soalnya Pertamina posisinya sangat strategis," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×