kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.175   -21,28   -0,34%
  • KOMPAS100 806   -5,37   -0,66%
  • LQ45 611   -3,30   -0,54%
  • ISSI 214   -0,47   -0,22%
  • IDX30 344   -1,87   -0,54%
  • IDXHIDIV20 426   -2,78   -0,65%
  • IDX80 92   -0,58   -0,63%
  • IDXV30 116   -0,51   -0,43%
  • IDXQ30 110   -0,82   -0,74%

Penerimaan PPh terancam turun, tapi bea cukai naik


Minggu, 04 November 2012 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Ice Lime Mojito. Mojito merupakan minuman beralkohol yang mengombinasikan jeruk nipis, daun mint, soda, gula, dan rum putih. Tapi untuk resep ini, Mojito tanpa tambahan alkohol. Dok/Unilever Food Solution


Reporter: Rika Theo, Herlina KD |

JAKARTA. Apa risiko perlambatan global bagi ekonomi Indonesia? Menurut pemerintah, salah satunya adalah penurunan penerimaan pajak, terutama dari pajak penghasilan (PPh). 

"Penerimaan PPh mungkin terjadi penurunan, tapi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ada kemungkinkan lebih tinggi dari yang seharusnya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro, Kamis (1/11).

Di luar itu, Bambang bilang realisasi penerimaan bea dan cukai diperkirakan bakal lebih tinggi dari targetnya. Ini juga diharapkan bisa mengkompensasi penurunan PPh. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengungkapkan, realisasi penerimaan perpajakan per 5 Oktober 2012 mencapai Rp 702,8 triliun. Angka tersebut setara 69,2% dari target APBNP 2012 yang sebesar Rp 1.016,2 triliun.

Sayangnya, pencapaian itu lebih rendah ketimbang apa yang diperoleh setahun lalu, yaitu sebanyak 70,8% dari target.

Penerimaan bea cukai masih bagus

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengungkapkan, realisasi penerimaan bea dan cukai sudah mencapai Rp 111,2 triliun per 5 Oktober 2012.

Angka itu sudah memenuhi 84,78% dari pagu APBNP 2012 yang sebesar Rp 131,21 triliun. 

Jika jumlah tersebut dirinci lagi, maka:

- Penerimaan khusus cukai: Rp 72,9 triliun (87,2% dari target APBNP 2012).

- Penerimaan bea masuk: Rp 21,3 triliun ( 86,2% dari target APBNP 2012).

- Penerimaan bea keluar: Rp 17 triliun (73,91% dari target APBNP 2012).


Dengan realisasi penerimaan bea dan cukai yang cukup menggembirakan ini, Bambang optimis target penerimaan perpajakan secara keseluruhan bisa tercapai.

"Kalaupun terjadi penurunan (shortfall) pada PPh, tapi secara total itu tidak akan terlalu mengganggu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×