kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Penerimaan pajak awal tahun merosot menjadi Rp 80,2 triliun


Rabu, 19 Februari 2020 / 21:11 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani Indrawati. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja penerimaan pajak di awal tahun 2020 nyatanya merosot seiring dengan pelemahan ekonomi yang masih berlanjut. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak pada Januari 2020 hanya Rp 80,2 triliun.

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Januari 2020 menunjukkan realisasi pencapaian pajak tersebut terkontraksi 6,8%% yaer on year (yoy). Capaian tersebut jauh berbeda dengan kondisi periode sama tahun lalu yang moncer hingga Rp 86 triliun atau tumbuh 8,82% secara tahunan. 

Baca Juga: China hapus tarif perang dagang alat medis AS di tengah wabah virus corona

Adapun pemerintah menargetkan total realisasi penerimaan pajak di tahun ini senilai Rp 1.642 triliun tumbuh 23,3% dari realisasi tahun lalu. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penerimaan pajak yang kontraksi mengonfirmasi tren profitabilitas korporasi yang melemah pada taun lalu. 

Sehingga, pada awal tahun ini perusahaan cenderung menyesuaikan kinerja tahun lalu dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahunan untuk wajib pajak (WP) Badan yang selesai massa tahun pajak berjalannya pada akhir April 2020.

Adapun realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dalam satu bulan pertama di 2020 senilai Rp 6,92 triliun, koreksi 29,34% secara tahunan di mana pada Januari 2019 mampu tumbuh 60,7% yoy. Angka tersebut masih jauh dari target PPh Badan sepanjang 2020 sebesar Rp 323,4 triliun.

Baca Juga: Kenaikan pajak dan virus corona buat ekspor Jepang bulan Januari turun 2,6%




TERBARU

[X]
×