kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Penerimaan Negara Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo Bakal Naik Berkat Hilirisasi


Minggu, 20 Oktober 2024 / 15:29 WIB
Penerimaan Negara Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo Bakal Naik Berkat Hilirisasi
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto setibanya di gedung Nusantara menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). 


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Dwiyanto Soeparno, menilai bahwa penerimaan negara di tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto akan mengalami peningkatan.

Menurut Eddy, hal ini didorong oleh kebijakan hilirisasi yang saat ini tengah dijalankan oleh pemerintah.

"Penerimaan kita saya kira tetap akan kuat karena kita sekarang ini sudah mendapatkan berkah dari industrialisasi," ujar Eddy saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Minggu (20/10).

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Minta Prabowo Tunda Kenaikan Tarif PPN 12% pada 2025

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi telah mencapai tahap awal dan diperkirakan akan terus menguat, terutama di sektor-sektor industri yang dapat menambah penerimaan negara.

Eddy optimistis bahwa pendapatan negara akan semakin kuat berkat peningkatan nilai tambah dari industri dan manufaktur.

Sebagai tambahan, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan negara dalam APBN 2025 menjadi Rp 3.005,1 triliun dari Rp 2.996,9 triliun dalam RAPBN 2025.

Baca Juga: Setelah Dilantik, Prabowo-Gibran Segera Hadapi Sejumlah Tantangan Ekonomi Ini

Kenaikan target pendapatan ini juga dibarengi dengan kenaikan target belanja negara yang ditetapkan sebesar Rp 3.621,3 triliun, naik dari Rp 3.613,1 triliun pada RAPBN 2025. Meski begitu, defisit anggaran tetap dijaga di level 2,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×