kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Penerimaan negara makin tertekan, defisit APBN melebar jadi 1,24% dari PDB di Agustus


Selasa, 24 September 2019 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Adapun, pembiayaan anggaran mencapai Rp 280,3 triliun atau mencapai 94,7% dari pagu yang sebesar Rp 296 triliun. Pembiayaan utang sendiri sebesar Rp284,8 triliun atau memenuhi 79,3% dari target yang sebesar Rp 359,25 triliun. Pertumbuhan pembiayaan utang naik 3,1% secara yoy. 

Dengan demikian, defisit anggaran per Agustus 2019 sebesar Rp 199,1 triliun atau 1,24% terhadap PDB. Sementara, target pemerintah tahun ini rasio defisit terhadap PDB hanya sebesar 1,84% atau lebih kecil dari target defisit pada tahun sebelumnya 2,19% dari PDB.

Baca Juga: Sah, DPR setujui Undang-Undang APBN 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kegiatan ekonomi di dalam negeri terlihat mengalami dampak dari pelemahan ekonomi global. Hal ini tecermin dari penerimaan pajak berbagai sektor usaha yang mengalami kontraksi hingga Agustus ini. 

“Kita akan terus kelola APBN dengan berhati-hati. Kita mendorong belanja agar bisa memberi manfaat pada masyarakat dan mendorong ekonomi. Namun, di sisi lain berhati-hati karena kita melihat pembayaran pajak dari perusahaan-perusahaan di berbagai sektor mengalami pelemahan,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×