kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   39,00   0,22%
  • IDX 6.361   26,59   0,42%
  • KOMPAS100 836   0,67   0,08%
  • LQ45 631   -1,47   -0,23%
  • ISSI 220   2,29   1,05%
  • IDX30 355   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 437   -3,75   -0,85%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 119   0,35   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,76%

Penerbitan SBN Valas dinilai sesuai dengan prinsip pembagian risiko


Kamis, 28 Mei 2020 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Bauran Kebijakan Moneter dan Fiskal ----- Pejalan kaki melintas dekat papan elektronik yang menampilkan grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/12). Presiden Joko Widodo mengklaim bauran kebijakan moneter & fiskal berhas


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berencana kembali menerbitkan surat berharga negara (SBN) dalam denominasi valuta asing (valas) pada semester II mendatang, atau pada kisaran kuartal III dan kuartal IV-2020.

Rencananya, SBN valas ini masih akan terbit dalam tiga denominasi, yaitu dolar Amerika Serikat (Sukuk global), yen (Samurai bond), dan euro (Euro bond).

Head of Economy Research PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana, mengapresiasi langkah pemerintah dalam penerbitan SBN valas tersebut.

Baca Juga: Hingga kini, BI telah membeli SBN sebanyak Rp 200,25 triliun

Menurutnya, selain bisa memberikan sumber pendanaan tambahan bagi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), hal tersebut juga sesuai dengan prinsip risk sharing atau pembagian risiko.

"Setidaknya, terlihat dari jangkauan basis investor yang diharapkan bisa semakin luas, serta diversifikasi mata uang yang digunakan," ujar Fikri kepada Kontan.co.id, Kamis (28/5).

Fikri menjelaskan, sebenarnya penerbitan SBN valas berkaitan dengan cashflow atau kebutuhan penerimaan dan belanja APBN. Jadi penerbitan SBN valas tidak memiliki waktu default, alias bisa dilakukan kapan saja.

Baca Juga: BI: Arus modal asing kembali masuk ke SBN

Kemudian, Fikri memproyeksi seharusnya imbal hasil (yield) ataupun kupon dari SBN valas ini bisa ditekan. Pasalnya, penerbitan SBN valas ini sejalan dengan stance dovish bank sentral dan stimulus fiskal di hampir seluruh dunia, khususnya yang dianut oleh negara-negara maju.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×