kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pencipta patung Pancoran meninggal


Selasa, 05 Januari 2016 / 09:56 WIB
Pencipta patung Pancoran meninggal


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Seniman Edhie Soenarso wafat dalam usia 83 tahun, Senin (4/1/2016) malam di Yogyakarta.

"Telah berpulang ke pangkuan Allah SWT, pematung Indonesia Empu Ageng Edhi Soenarso, malam ini pukul 23.15 di RS Jogja International Hospital," demikian ditulis akun Facebook resmi milik Institut Seni Indonesia Jogjakarta, Selasa (5/1/2016).

Jenazah Edhie akan dimakamkan pada hari ini.

Upacara pemakaman dimulai dari rumah duka di Desa Nganti RT 2 RW 7, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Edhie dikenal lewat karyanya berupa patung-patung besar di Jakarta, antara lain patung Dirgantara atau biasa disebut patung Pancoran di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Ia juga membuat patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Patung Selamat Datang bisa disebut karya pertama anak bangsa berbahan perunggu.

Patung itu dibuat pada tahun 1959 atas pesanan Presiden Soekarno untuk menyambut pesta olahraga Asian Games IV (1962).

Harian Kompas edisi 7 Juni 1999 memuat artikel yang isinya Edhie sempat ragu ketika diundang ke Istana Negara dan diminta oleh Bung Karno untuk membuat patung itu dengan tinggi sembilan meter.

Namun, berkat dukungan rekan-rekan seniman, pria kelahiran Salatiga, 2 Juli 1932, itu pun menyanggupi.

Ia menyarankan kepada Bung Karno agar tinggi patung dikurangi menjadi enam meter.

Edhie dibantu Trubus dalam proses pengerjaan patung modelnya, sedangkan pengecoran bahan perunggu dikerjakan oleh Gardono.

Pengerjaan patung selesai dalam waktu sembilan bulan.

Imbalannya waktu itu Rp 3 juta.

"Tidak untung, tidak rugi. Tetapi, kami bangga karena berhasil membuktikan bahwa kami mampu menghasilkan patung berbahan perunggu," kata Edhie.

Sejak itu, ia dipercaya Bung Karno untuk mengerjakan patung-patung lain, seperti patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng dan patung Dirgantara di Cawang, Jakarta.

Karya-karya Edhie sungguh terasa ekspresif dan monumental.

Pada tahun 2012, sutradara Lasja Fauzia Susatyo dan seniman grafis Alit Ambara meluncurkan film dokumenter berjudul Begini Lho, Ed!.

Film ini berkisah tentang perjalanan hidup Edhie.

(Laksono Hari Wiwoho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×