kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah tolak intervensi BI soal moneter


Rabu, 06 Mei 2015 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) mengatakan pihaknya telah siap menangani lonjakan penumpang jelang masa libur Nataru. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kebijakan moneter ketat yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dianggap menjadi salah satu hal yang membuat ekonomi tidak bisa melaju lebih kencang. Meskipun begitu, pemerintah mengakui tidak bisa mengintervensi kebijakan BI untuk menurunkan suku bunganya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan,koordinasi dengan BI bisa dilakukan, namun pemerintah tidak boleh mempengaruhi bank sentral karena harus jaga stabilitas moneter.

Oleh karena itu yang bisa dilakukan adalah dengan memperlonggar kebijakan fiskal. Ia mengaku pada tiga bulan pertama 2015 serapan anggaran terkendala karena anggaran perubahan yang baru disahkan pada Februari. Perlu berbagai persiapan seperti pengisian Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) yang perlu dilakukan kementerian/lembaga (K/L). Alhasil ekonomi triwulan pertama tercatat 4,71%.

Saat ini urusan DIPA sudah selesai dan penyerapan anggaran sudah bisa berjalan cepat pada Mei 2015. Alhasil ia optimis pertumbuhan pengeluaran pemerintah pada triwulan II dan seterusnya bisa terealisasi sehingga ekonomi hingga akhir tahun setidaknya masih bisa berada pada rentang 5,4%-5,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×