kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah tak akan biarkan Pertamina merugi


Selasa, 31 Maret 2015 / 14:25 WIB
Promo Indomaret 18-31 Oktober 2023, Super Hemat Mingguan Terbaru Berlaku Lebih Lama.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri energi dan sumber daya manusia (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, saat ini pemerintah masih menghadapi siklus harga minyak dunia yang naik-turun. Akibatnya, sulit menetapkan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sesuai antara harga keekonomian dan harga pasar.

Sebab, saat ini harga keekonomian BBM masih di bawah harga pasar sebesar Rp 500- Rp 600 per liter. Akibatnya, PT Pertamina harus menanggung beban dari selisih yang timbul.

Namun demikian, Sudirman mengungkapkan, pihaknya tidak akan membiarkan Pertamina merugi. "Tetapi juga kita tidak semata-mata menaikkan harga, sehingga membebani rakyat," ujar Sudirman, Selasa (31/3) di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurutnya, karena fluktuasi harga minyak ini maka pemerintah akan melihatnya dalam trend jangka panjang ke depan. Nanti, pertengahan tahun dan akhir tahun akan menyesuaikan harga dengan mempertimbangkan gap harga keekonomian dan harga pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×