kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemerintah tak akan biarkan Pertamina merugi


Selasa, 31 Maret 2015 / 14:25 WIB
Pemerintah tak akan biarkan Pertamina merugi
Promo Indomaret 18-31 Oktober 2023, Super Hemat Mingguan Terbaru Berlaku Lebih Lama.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri energi dan sumber daya manusia (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, saat ini pemerintah masih menghadapi siklus harga minyak dunia yang naik-turun. Akibatnya, sulit menetapkan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sesuai antara harga keekonomian dan harga pasar.

Sebab, saat ini harga keekonomian BBM masih di bawah harga pasar sebesar Rp 500- Rp 600 per liter. Akibatnya, PT Pertamina harus menanggung beban dari selisih yang timbul.

Namun demikian, Sudirman mengungkapkan, pihaknya tidak akan membiarkan Pertamina merugi. "Tetapi juga kita tidak semata-mata menaikkan harga, sehingga membebani rakyat," ujar Sudirman, Selasa (31/3) di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurutnya, karena fluktuasi harga minyak ini maka pemerintah akan melihatnya dalam trend jangka panjang ke depan. Nanti, pertengahan tahun dan akhir tahun akan menyesuaikan harga dengan mempertimbangkan gap harga keekonomian dan harga pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×