Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan berbagai skenario Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai langkah antisipasi menyusul kembali naiknya harga minyak dunia.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ruang fiskal tetap terjaga di tengah potensi meningkatnya beban belanja negara, terutama yang berasal dari subsidi energi apabila harga minyak global terus mengalami kenaikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga anggaran subsidi energi, termasuk mempertahankan kebijakan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Meski demikian, pemerintah juga mulai menghitung dampak berbagai skenario pergerakan harga minyak terhadap kondisi APBN agar memiliki ruang respons yang memadai apabila tekanan harga energi semakin besar.
Baca Juga: Purbaya Ultimatum Peserta Tax Amnesty, Pemeriksaan Pajak Diperketat Mulai 2027
Menurut Purbaya, langkah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat kabinet. Presiden meminta pemerintah menyiapkan simulasi dengan berbagai asumsi harga minyak dunia sehingga pemerintah dapat mengantisipasi konsekuensi fiskal dari setiap skenario yang mungkin terjadi.
Simulasi tersebut mencakup sejumlah proyeksi harga minyak untuk menghitung kebutuhan anggaran negara, termasuk potensi tambahan belanja yang harus disiapkan apabila harga minyak bertahan di level tinggi.
"Kalau yang subsidi (energi) akan kita jaga terus. Cuma kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, kan satu saja atau lebih jadi bagaimana kita anggarannya? Jadi kita kan sedang hitung tadi," ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Kemenkeu, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Tak Berwenang Tagih Pajak, Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak
Purbaya menjelaskan, hasil simulasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah kebijakan fiskal apabila tren kenaikan harga minyak dunia terus berlanjut.
Dengan simulasi tersebut, pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas APBN sekaligus memastikan program subsidi energi tetap berjalan tanpa mengganggu keberlanjutan fiskal.
Di sisi lain, harga minyak dunia masih menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (24/7). Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah karena berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan kompensasi yang harus ditanggung negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














