kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pemerintah Siapkan Rp 883,4 Miliar untuk Diskon Tiket Nataru, Ini Rinciannya


Minggu, 08 November 2026 / 10:31 WIB
Pemerintah Siapkan Rp 883,4 Miliar untuk Diskon Tiket Nataru, Ini Rinciannya
ILUSTRASI. Stimulus tarif transportasi pada semester II 2026 (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah resmi meluncurkan paket stimulus transportasi selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan alokasi anggaran sebesar Rp 883,4 miliar.

Stimulus ini akan diberikan dengan menyasar empat moda transportasi, yakni kereta api (KAI), pesawat, kapal laut (Pelni), dan moda penyeberangan (ASDP), dengan periode pembelian mulai November 2026 hingga Januari 2027.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, anggaran ini naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya yang terealisasi sebesar Rp 387,53 miliar dengan menjangkau 8,23 juta penumpang.

"Anggaran kita alokasikan Rp 883,4 miliar. Jadi anggarannya kita naikkan, bukan naik 50%, bukan naik 100%, tapi naiknya sudah hampir 2 kali lipat. Jadi pemerintah menaikkan anggaran 2 kali lipat," ujar Dradjad dalam acara Nataru Mobility Expo 2026 di Sarinah, Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Lebih lanjut, Dradjad menyebut stimulus yang diberikan pemerintah berupa pajak ditanggung pemerintah atau PPN DTP hingga 100%.

Baca Juga: Pekerja Informal Masih Dominasi Pasar Kerja RI, Ini Data Terbaru BPS

Perinciannya, diskon tiket KAI sebesar 30% dengan target lebih dari 1 juta penumpang untuk harga tiket kereta api kelas ekonomi komersial di wilayah Jawa dan Sumatera Utara untuk periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Kemudian, untuk transportasi kapal laut, ada diskon 30% untuk tarif dasar ekonomi di seluruh rute kapal penumpang untuk periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Sementara itu, penyeberangan ASDP diberikan gratis tarif dasar pelabuhan untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan 2 dan 4A di 14 pelabuhan selama periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Adapun Pelni membuka penjualan mulai 18 Oktober 2026, dengan keberangkatan mulai tanggal 17 Desember sampai dengan 10 Januari 2027.

KAI mulai tanggal 22 Desember sampai tanggal 4 Januari. Pembukaan tiketnya sudah dilakukan kemarin, 22 Oktober sampai dengan 4 Januari.

ASDP sudah bisa dibeli dari 7 November sampai 10 Januari, dengan perjalanan dari 22 Desember sampai 10 Januari.

Garuda dan Citilink sudah bisa memulai pembelian tiket dari 23 Oktober dengan periode penerbangan mulai 22 Desember sampai 10 Januari dengan kapasitas 1 juta kursi.

Pelita Air mulai 21 Oktober sampai 10 Januari, dengan periode perjalanan mulai 22 Desember hingga 10 Januari.

"Jadi itu ya diskon yang diberikan oleh pemerintah. Jadi silakan jalan-jalan berdiskon," ujar Dradjad.

Dradjad menyebut kenaikan alokasi anggaran hingga dua kali lipat ini dinilai penting karena terbukti telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan mendorong perekonomian di daerah tujuan mudik.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Sederet Insentif Pajak 2027, Ini Rinciannya

"Kemudian jangan ragu-ragu berbelanja, karena kalau Anda berbelanja itu akan sangat membantu perekonomian, apalagi nanti di daerah, dan akan menyebarkan manfaat bagi rakyat banyak," ujarnya.

Dradjad juga mengingatkan agar masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal agar pemerintah dapat lebih mudah mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan pengendara.

Lebih lanjut, dengan adanya stimulus tersebut, pemerintah memperkirakan perjalanan Nataru 2026/2027 akan mencapai sebanyak 127 juta perjalanan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada 2025/2026 yang sekitar 110 juta perjalanan.

"Tapi mudah-mudahan bisa ada 130 juta lebih yang melakukan perjalanan selama musim Nataru," lanjut Dradjad.

Senada, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan bahwa stimulus diskon transportasi Nataru tidak hanya berlaku untuk perusahaan transportasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi juga transportasi swasta.

"Penurunan tiket itu untuk di seluruh sektor penerbangan negara. Bukan hanya di BUMN saja, tetapi juga akan dilakukan di penerbangan seperti Lion dan yang lainnya, ini berlaku sama ya, Bukan hanya Garuda, Citilink," pungkas Suntana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×