kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pemerintah revisi besaran kenaikan tarif setrum


Kamis, 23 September 2010 / 12:01 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah merevisi usulan kenaikan tarif setrum tahun depan dari 15% menjadi sebesar 5,4%. Penurunan besaran kenaikan tarif ini karena pemerintah dan PLN akan melakukan efisiensi biaya.

Efisiensi itu antara lain dengan meningkatan pasokan gas sebesar 100 Juta Standar Metrik Kaki Kubik per Hari atau Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) ke PLN. "Ini bisa menghemat biaya Rp 2,5 triliun," kata Darwin Zahedy Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (23/9).

Selain itu, juga pembangunan receiving terminal LNG di Jawa Barat. Darwin memperkirakan bisa menghemat Rp 2,3 triliun.

Di PLN, juga ada efisiensi biaya operasi sejumlah Rp 2,6 triliun. Ini berasal dari penghematan biaya pemeliharaan Rp 0,8 triliun, biaya pegawai Rp 0,3 triliun, biaya penyusutan Rp 1 triliun, dan biaya administrasi Rp 0,5 triliun.

PLN juga berjanji menurunkan penyusutan jaringan sebesar 0,8%. Cara ini mengurangi biaya Rp 0,7 triliun. "Total penghematan kita mencapai Rp 8,1 triliun," kata Darwin.

Dengan demikian, kekurangan subsidi hanya Rp 4,6 triliun. Cara ini, bisa ditutupi dengan kenaikan tarif listrik 5,4%.

Sebelumnya, PLN membutuhkan subsidi Rp 12,7 triliun untuk tahun depan. Untuk menutup kekurangan itu, pemerintah mengusulkan kenaikan tarif listrik sejak Januari sebesar 15%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×