kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pemerintah puas dengan laju pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07%


Senin, 05 Februari 2018 / 18:02 WIB
Pemerintah puas dengan laju pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07%
ILUSTRASI. Deretan Gedung Perkantoran Terlihat dari Ketinggian


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2017 mencapai 5,07%. Meski tertinggi sejak 2014, realisasi ini meleset dari target APBN-P 2017 yang sebesar 5,2%.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2017 ini cukup bagus. Pemerintah pun optimistis pada tahun ini pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2017 bagus 5,19%. Kalau tahunan 5,07% yah dekat ke 5,1% lah. Masih (optimistis capai target 2018) lah," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Senin (5/2).

Darmin melihat, pertumbuhan ekonomi 2017 bila dilihat berdasarkan lapangan usahanya, semua sektor mengalami pertumbuhan positif. Tercatat bahwa sektor informasi dan komunikasi tumbuh paling tinggi, yakni 9,81% terhadap pertumbuhan ekonomi.

Disusul oleh sektor jasa lainnya sebesar 8,66%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,49% terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara sektor konstruksi sebesar 6,79% terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor perdagangan sebesar 4,44%. Hal ini, menurut Darmin, membantah anggapan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa perdagangan masih lesu.

"Jadi tidak valid lagi membicarakan perdagangan lesu. Tahun ini sudah oke. Walaupun konsumsi rumah tangga masih di bawah 5%. Kesimpulannya pertumbuhan ekonomi bagus," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×