kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah pastikan sertifikat vaksin tak bisa gantikan testing pelaku perjalanan


Selasa, 16 Maret 2021 / 17:47 WIB
ILUSTRASI. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan sertifikat vaksinasi virus corona (Covid-19) tak bisa digunakan sebagai syarat tunggal pelaku perjalanan.

Sertifikat vaksinasi disebut tak bisa menggantikan kewajiban testing sesuai aturan yang ada. Hal itu untuk memastikan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Sampai saat ini karena kita masih dalam posisi pandemi Covid-19 sertifikat vaksin ini belum menjadi satu-satunya syarat untuk pelaku perjalanan jadi pemeriksaan untuk tes Covid-19 masih dilakukan," ujar Juru Bicara Vaksin Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat konferensi pers, Selasa (16/3).

Syarat tes bagi pelaku perjalanan internasional maupun domestik tetap harus dilakukan. Hal itu juga melihat jumlah orang yang divaksin pada saat ini belum banyak.

Baca Juga: China luncurkan sertifikat vaksinasi covid-19 digital

"Prosentase jumlah orang yang divaksin ini masih relatif belum banyak, jadi tidak mungkin menimbulkan kekebalan kelompok," terang Siti.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 hingga saat ini total orang yang telah divaksin dosis pertama sebanyak 4,46 juta orang. Angka tersebut masih terpaut jauh dari target 181,5 juta orang.

Meski begitu, Siti bilang vaksinasi juga dibutuhkan untuk perjalanan ke sejumlah negara. Salah satunya adalah Arab Saudi yang disebut akan mewajibkan orang yang masuk telah divaksinasi Covid-19.

Selanjutnya: Satgas Covid-19: Vaksin AstraZeneca tidak terindikasi menyebabkan pembekuan darah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×