kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.305   -68,82   -1,08%
  • KOMPAS100 824   -11,25   -1,35%
  • LQ45 628   -6,33   -1,00%
  • ISSI 218   -2,37   -1,08%
  • IDX30 351   -3,27   -0,92%
  • IDXHIDIV20 427   -2,28   -0,53%
  • IDX80 94   -1,22   -1,27%
  • IDXV30 118   -0,84   -0,71%
  • IDXQ30 111   -0,71   -0,64%

Pemerintah Pantau Harga Beras


Selasa, 03 Maret 2009 / 07:28 WIB


Reporter: Hans Henricus

JAKARTA. Pemerintah menilai menilai laju inflasi sebesar 0,21% masih normal. Sebab, selama enam tahun terakhir inflasidi pada Februari biasanya di atas 0,5% masih tergolong normal.

Meski begitu, Pemerintah tetap mencermati perkembangan laju inflasi saat ini. Sebab, jika pemicu inflasi berasal dari komponen bahan makanan maka akan mengurangi daya beli masyarakat. "Kami melihat dari komponen makanan ada yang meningkat, terutama beras," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Istana Merdeka, Senin (2/3).

Menurut Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, selama musim panen belum tiba, harga beras memang meningkat. Musim panen sendiri baru berlangsung pada bulan Maret.

Sekadar infornmasi, Badan Pusat Statistik mengumumkan harga beras pada Februari naik 2% dan memberikan sumbangan inflasi 0,08%. Lonjakan ini lebih disebabkan oleh siklus tahunan pada Februari sebelum terjadi panen.

Meski begitu, Ani melihat menilai rendahnya inflasi Februari juga dipengaruhi penurunan harga bahan bakar minyak pada Januari 2009. Menurutnya, ronde kedua (second round effect) akibat penurunan harga BBM masih sangat positif. "Ternyata angkutan masih bisa turun juga gitu lho," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×