kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah optimistis capai rasio utang 29,5% di tahun 2020


Minggu, 26 Agustus 2018 / 19:03 WIB
Pemerintah optimistis capai rasio utang 29,5% di tahun 2020
ILUSTRASI. Uang tunai rupiah


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan rasio utang Indonesia terus turun dan mencapai kisaran 29,5% - 31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020. Pemerintah pun optimistis mencapai target ini lantaran melakukan pengelolaan utang secara hati-hati.

Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika mengatakan, dalam penyusunan APBN di tahun 2018 dan 2019 pun, pemerintah sudah mempunyai prioritas yang sifatnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan perlindungan kesehatan sosial kesehatan.

Jadi dia bilang, dalam isu utang ini ada dua hal utama. Yaitu, pengelolaan hati-hati. Serta kedua, dikaitan dengan variabel yang penting, sehingga ada perbaikan ekonomi yang drastis dari waktu ke waktu," ujar Erani, Minggu (26/8).

Selanjutnya, dia bilang, pemerintah tahun depan akan berusaha untuk memastikan keseimbangan penerimaan dan belanja, serta menjaga defisit anggaran 1,8%.

Pemerintah mengklaim tengah mengupayakan berbagai cara untuk mendongrak ekonomi, seperti melakukan pengendalian impor, pemanfaatan biodiesel (B20), promosi sektor ekspor, perbaikan sistem dan pengelolaan pajak, juga ada pengurangan pajak untuk usaha kecil dan menengah (UKM) tahun ini yang akan berpangaruh pada tahun 2019.

"Oleh karenanya saya yakin isu soal utang ini tidak akan beradampak besar kecuali kalau isu tersebut dirangkai dalam bahasa politis dan disampaikan sepotong-sepotong. Kalau utuh tidak akan ada yang perlu cemaskan dari isu ini," kata Erani, Minggu (26/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×