kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pemerintah mulai cari solusi atasi macet di tol Jakarta-Cikampek


Selasa, 30 Januari 2018 / 14:07 WIB
Pemerintah mulai cari solusi atasi macet di tol Jakarta-Cikampek
Proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II elevated


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai cari solusi mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengaku sedang menyusun regulasi terkait guna mengurangi kemacetan di ruas tol tersebut.

"Saya sudah janji tadi Minggu depan sudah akan selesai peraturan menterinya," katanya di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Selasa (30/1).

Regulasi tersebut nantinya akan mengatur beberapa solusi untuk mengurai kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek. Misalnya pembatasan angkutan barang, implementasi jalur khusus bus, dan lainnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan regulasi tersebut akan mengatur dua hal pengaturan lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek, dan pengaturan logistik dan barang.

Pengaturan lalu lintas misalnya akan dilaksanakan melalui penjadwalan angkutan barang besar, angkutan penumpang besar yang dijadwalkan.

Sementara soal pengaturan logistik dan barang, Bambang menyebutkan, dalam regulasi tersebut akan diatur soal berat maksimal barang yang dapat diangkut, dan batasan dimensi kendaraan yang bisa masuk.

"Makanya dalam Rakor ini kita juga turut mengundang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), yang punya barang Seperti Aqua, Krakatau steel," katanya dalam kesempatan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×