kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.981   89,00   0,50%
  • IDX 5.951   -150,14   -2,46%
  • KOMPAS100 774   -22,02   -2,77%
  • LQ45 584   -14,08   -2,35%
  • ISSI 206   -5,45   -2,57%
  • IDX30 331   -7,41   -2,19%
  • IDXHIDIV20 404   -8,15   -1,97%
  • IDX80 88   -2,47   -2,73%
  • IDXV30 109   -1,84   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,16   -2,00%

Pemerintah minta 20% produksi minyak lapangan gas Abadi untuk kebutuhan lokal


Jumat, 16 September 2011 / 23:55 WIB
ILUSTRASI. Suzuki APV


Reporter: Herlina KD | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perusahaan migas asal Jepang, Inpex Corporation, berencana melakukan ekspansi investasi di Indonesia. Setelah blok Masela, kini Inpex akan kembali memperluas investasinya di lapangan gas Abadi.

Menteri Koodinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan, rencananya pada 2013 - 2014 Inpex akan mulai melakukan pembangunan fisik floating LNG terminal di lapangan gas Abadi.

"Dalam tahap pertama, sudah akan mulai beroperasi 2017-2018 sudah akan produksi sebanyak 2,5 juta ton LNG," ujarnya Jumat (16/9).

Setelah itu akan diikuti pembangunan tahap kedua. Lapangan gas Abadi nantinya akan menjadi salah satu lapangan gas terbesar di Indonesia, kedua setelah Mahakam blok, dan lebih besar dari Tangguh.

Ia menambahkan, nilai investasi untuk pembangunan floating LNG Terminal ini mencapai sekitar US$ 19 miliar. Karena kapasitas produksi floating LNG terminal ini cukup besar, Hatta bilang pemerintah berharap nantinya sebagian produksinya akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan gas di dalam negeri.

"Untuk suplai gas di negeri minimal 20% dari total produksi harus masuk ke dalam negeri. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, di samping ini juga untuk ekspor," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×