kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pemerintah menggenjot investasi di sektor pangan


Minggu, 31 Juli 2016 / 12:05 WIB
Pemerintah menggenjot investasi di sektor pangan


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Yudho Winarto

Sementara Kepala Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis merincikan lima besar realisaisi PMDN berdasarkan sektor itu untuk peringkat pertama yaitu industri makanan 16,2 % (Rp 16,64 triliun), disusul transportasi, gudang dan telekomunikasi 13,0 % (Rp 13,33 triliun)

selanjutny di bidang tanaman pangan dan perkebunan sebesar 11,9 % (Rp 12,24 triliun), keempat bidang industri mineral non logam yang menyimbangkan 10,8 % (Rp 11,10 triliun). "Kelima industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi sebesar 8,8 % atau sebesar 9,05 triliun," paparnya.

Perkuat PMDN

Menururut Thomas pertumbuhan cepat realisasi PMDN sangat berpengaruh pada pertumbuhan PMA. Sebab, investor asing akan melihat pertumbuhan realisasi investasi dalam negeri dulu sebelum melakukan investasi. "Orang sendiri mau investasi nggak. Kalau orang Indonesia sendiri tidak berani investasi apalagi orang asing," ungkapnya.

Dengan melihat realisasi pertumbuhan PMDN semester ini, Thomas optimis bahwa PMA di Indonesia akan lebih meningkat lagi. Karena jika kepercayaan domestik membaik maka biasanya akan menular ke investor asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×