kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pemerintah memprioritaskan pengembangan digital skill


Rabu, 03 Juli 2019 / 15:41 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SOLO. Pemerintah akan menjadikan digital skill sebagai salah satu prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita kan tahu bahwa potensi digital skill kita ini sangat besar. Dan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Oleh karena itu, pengembangan SDM dalam bidang ini harus terus digenjot," kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dalam siaran persnya, Rabu (3/7).

Menaker menjelaskan, perkembangan teknologi dan informasi telah merubah sejumlah model bisnis dan industri. Akibatnya, sejumlah jenis pekerjaan berikut keterampilan yang dibutuhkan juga berubah. "Oleh karenanya, kita mendorong agar sisi input pengembangan SDM kita juga mengikuti perubahan," jelasnya.

Selain pengembangan kompetensi SDM, Hanif menyebut kunci lain dalam pembangunan SDM adalah sertifikasi. Sekalipun memiliki kompetensi yang mumpuni, seseorang belum bisa dikatakan kompeten jika keahliannya belum tersertifikasi.

"Itulah kenapa akses pelatihan dan sertifikasi yang ke depan akan terus kita genjot. Akan agar perlatihannya ini benar-benar berkualitas dan tersertifikasi juga," ujar Hanif.

Hanif menambahkan, kompetensi dan sertifikasi yang dimiliki seseorang juga haruslah bisa diakui oleh pasar kerja. Baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. "Jadi kuncinya kompetensi yang berkualitas, sertifikasi yang berkualitas, dan recognition (pengakuan) yang berkualitas," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×