kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah Klaim Target Kemiskinan Ekstrem 0% di Tahun 2024 Dapat Dicapai


Senin, 24 Juli 2023 / 15:24 WIB
Pemerintah Klaim Target Kemiskinan Ekstrem 0% di Tahun 2024 Dapat Dicapai
ILUSTRASI. tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia turun menjadi 1,12% per Maret 2023.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia turun menjadi 1,12% per Maret 2023.

Merespon hal ini, Staf Khusus Presiden yang juga Ketua Pelaksana Satuan Tugas Konvergensi Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Arief Budimanta optimistis target penurunan kemiskinan ekstrem 0% di tahun 2024 dapat di capai.

"Terlebih dengan komitmen kuat dari Bapak Presiden yang juga telah dituangkan dalam Inpres 4 tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta juga berbagai program/kegiatan yang sudah dan sedang terus dilakukan," jelas Arief dalam keterangannya, Senin (24/7).

Ia mengatakan penurunan angka ekstrem terus ditekan sejak tahun 2019. Ia mengatakan pada tahun 2019 angkanya berada pada level sekitar 3,71% dan sempat meningkat menjadi 3,85% pada tahun 2020 akibat pandemi.

Namun dapat kembali diturunkan menjadi 2,14% di tahun 2021 dan kemudian menjadi 2,04% dan 1,74% pada Maret dan September 2022, hingga menjadi 1,12% pada Maret 2023 menurut hasil perhitungan BPS.

Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin Menurun, Kemenkeu: Tanda Aktivitas Ekonomi Sudah Menguat

Kendati demikian menurutnya penurunan kemiskinan ekstrem 0% di tahun 2024 tidak mudah. Untuk itu dibutuhkan dukungan multi pihak baik kementerian/lembaga, Pemda, BUMN, BUMD, korporasi swasta dan pihak lainnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan 3 strategi pendekatan diantaranya yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin ekstrem, meningkatkan pendapatan dan mengurangi jumlah kantong kemiskinan.

"Sehingga siapa pun dapat turut berperan sesuai dengan bidang kemampuannya untuk melakukan upaya-upaya tersebut," jelasnya.

"Dengan begitu saya meyakini keinginan untuk menjadikan kemiskinan ekstrem menjadi 0% tahun 2024 nanti adalah hal yang achieveable," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×