kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pemerintah khawatir serbuan pekerja asing


Senin, 12 Maret 2012 / 16:51 WIB
Pemerintah khawatir serbuan pekerja asing
ILUSTRASI. Aksi Korporasi VIVA. KONTAN/Baihaki/15/03/2021


Reporter: Hafid Fuad | Editor: Test Test

JAKARTA. Pemerintah mulai khawatir dengan serbuan tenaga kerja asing. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengakui alasannya mengeluarkan Keputusan Menteri No.40 tahun 2012 untuk mengantisipasi globalisasi tenaga kerja.

Menurutnya ada tren posisi bawah akan diisi oleh tenaga kerja asing (TKA) yang akan merusak kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. "Ada kecenderungan pos yang di bawah akan diisi oleh orang asing," ujar Muhaimin, Senin (12/3).

Sekadar informasi, Menakertrans mengeluarkan Kepmen yang melarang TKA menduduki jabatan-jabatan tertentu dalam sebuah perusahaan. Kepmen tersebut merupakan turunan dari Pasal 46 UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam Pasal 1 Kepmen No.40 tahun 2012 disebutkan bahwa TKA dilarang mengurusi personalia dan jabatan-jabatan tertentu.

Muhaimin juga mengatakan bahwa aturan tersebut untuk mengantisipasi bentrok budaya antara pekerja dan bagian personalia. Ia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai alasan baru dikeluarkannya aturan tersebut dan tidak mengetahui berapa banyak perusahaan yang akan terkena dampaknya. "Saya tidak tahu berapa banyak perusahaan yang menggunakan TKA di bagian personalia," ujarnya.

Setidaknya terdapat 19 jabatan yang dilarang diduduki oleh Kepmen tersebut. Posisi tersebut diantaranya adalah direktur personalia, manajer hubungan industrial, manajer personalia, supervisor pengembangan personalia, supervisor perekrutan personalia, supervisor penempatan personalia, dan supervisor pembinaan karir pegawai.

Muhaimin menambahkan, jika terdapat perusahaan yang melanggar maka akan diberikan sanksi. Namun ia sendiri tidak mengatakan sanksi yang jelas yang akan diberikan."Nanti perusahaan yang melanggar akan kami masukkan ke dalam pengawasan," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×