kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Pemerintah kembali patok angka efisien belanja 2012 senilai Rp16,8 triliun


Selasa, 12 April 2011 / 22:33 WIB
ILUSTRASI. Kepemilikan asing di SBN naik terus


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah kembali menargetkan angka efisiensi belanja untuk tahun 2012 sebesar Rp 16,8 triliun. Jumlah ini sama dengan nilai efisiensi belanja Kementrian/Lembaga di 2011.

"Berdasarkan Inpres No.7 tahun 2011 tentang penghematan belanja K/L, dipatok Rp 16,8 triliun di 2012, akan dilakukan minimal sama," kata Menteri PPN/Bappenas Armida Alisjahbana, seusai sidang membahas rencana kerja pemerintah (RKP) dan pagu indikatif 2012 di Kantor Kepresidenan, Selasa (12/4).

Pemerintah pun tetap menegaskan akan terus menekan belanja operasional. Sebut saja soal pembangunan gedung baru atau operasional kantor. "Dilihat dan dikaji ulang efisiensi apakah benar-benar diperlukan untuk 2012," katanya.

Nantinya akan diseleski dan dievaluasi oleh suatu tim yang terdiri dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Kementerian Pekerjaan Umum. "Pembatasan biaya-biaya yang tidak perlu semacam perjalanan dinas, mobil atau motor," tegasnya

Terlepas dari itu, pemerintah menargetkan merampungkan penyusunan RKP dan pagu indikatif 2012 pada awal Mei mendatang. Sejauh ini Pemerintah masih menunggu satu kali pembahasan untuk mempertajam RKP dan pagu indikatif tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×