kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Pemerintah Kaji Tahapan untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%


Senin, 21 Oktober 2024 / 14:48 WIB
Pemerintah Kaji Tahapan untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah berencana mengkaji langkah-langkah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana mengkaji langkah-langkah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pembahasan mengenai hal ini akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

"Itu (target pertumbuhan ekonomi 8%) dibahas bersama-sama. Jadi masih akan ada pembahasan secara bersama, termasuk tahapan-tahapannya, termasuk kebijakan fiskalnya," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

Terkait Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Airlangga menegaskan bahwa lembaga tersebut bukan berada di bawah koordinasinya, namun akan berperan sebagai mitra kabinet dalam pengembangan ekonomi ke depan.

Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa setelah tidak ada lagi nomenklatur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), kementerian di bidang energi, investasi, dan pariwisata akan berada di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. 

"Sebagian penugasan marves di bidang energi, investasi, pariwisata, di Kemenko Perekonomian," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi internal di Kementerian Perdagangan. 

"Nanti ada tiga program ya, pengamanan perdagangan dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM bisa ekspor. Itu artinya berani inovasi siap adaptasi," ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×