kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemerintah kaji obligasi dalam mata uang Yuan


Senin, 24 Agustus 2015 / 13:39 WIB
Pemerintah kaji obligasi dalam mata uang Yuan


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Walau ekonominya sedang babak belur, Pemerintah Indonesia tetap melirik China sebagai tujuan diversifikasi instrumen pembiayaan APBN. Bahkan, Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengaku sedang menggodok instrumen baru yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dalam mata uang yuan China atau yang dikenal renminbi bond.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu Loto Srinaita Ginting bilang, renminbi bond akan memperkaya alternatif instrumen pembiayaan APBN 2016. Selain itu, pemerintah masih melihat potensi pasar di China.

Pemerintah membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan untuk memastikan instrumen ini. Apalagi, Kemkeu sedang menjajaki kerjasama dengan Bank Sentral China untuk membeli SBN dalam jumlah besar.

Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina bilang pemerintah perlu berhati-hati terhadap kondisi China, termasuk kondisi likuiditasnya. "Waktu penerbitan perlu diperhitungkan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×