kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Pemerintah kaji obligasi dalam mata uang Yuan


Senin, 24 Agustus 2015 / 13:39 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Walau ekonominya sedang babak belur, Pemerintah Indonesia tetap melirik China sebagai tujuan diversifikasi instrumen pembiayaan APBN. Bahkan, Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengaku sedang menggodok instrumen baru yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dalam mata uang yuan China atau yang dikenal renminbi bond.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu Loto Srinaita Ginting bilang, renminbi bond akan memperkaya alternatif instrumen pembiayaan APBN 2016. Selain itu, pemerintah masih melihat potensi pasar di China.

Pemerintah membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan untuk memastikan instrumen ini. Apalagi, Kemkeu sedang menjajaki kerjasama dengan Bank Sentral China untuk membeli SBN dalam jumlah besar.

Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina bilang pemerintah perlu berhati-hati terhadap kondisi China, termasuk kondisi likuiditasnya. "Waktu penerbitan perlu diperhitungkan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×