kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Pemerintah kaji obligasi dalam mata uang Yuan


Senin, 24 Agustus 2015 / 13:39 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Walau ekonominya sedang babak belur, Pemerintah Indonesia tetap melirik China sebagai tujuan diversifikasi instrumen pembiayaan APBN. Bahkan, Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengaku sedang menggodok instrumen baru yaitu Surat Berharga Negara (SBN) dalam mata uang yuan China atau yang dikenal renminbi bond.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu Loto Srinaita Ginting bilang, renminbi bond akan memperkaya alternatif instrumen pembiayaan APBN 2016. Selain itu, pemerintah masih melihat potensi pasar di China.

Pemerintah membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan untuk memastikan instrumen ini. Apalagi, Kemkeu sedang menjajaki kerjasama dengan Bank Sentral China untuk membeli SBN dalam jumlah besar.

Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina bilang pemerintah perlu berhati-hati terhadap kondisi China, termasuk kondisi likuiditasnya. "Waktu penerbitan perlu diperhitungkan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×