kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pemerintah Ingin Hak Mengusulkan Pemekaran Daerah


Rabu, 14 Juli 2010 / 16:47 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah berniat mempunyai wewenang mengusulkan pemekaran wilayah. Dengan kewenangan ini, Pemerintah bisa menentukan apakah suatu daerah layak dimekarkan atau tidak.

"Selama ini kan seolah-olah semua dari bawah begitu," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Selasa (14/7).

Rencananya, pemerintah akan mengusulkan kewenangan ini dengan Komisi IID RP tahun ini. Gamawan optimis DPR setuju dengan usulan pemerintah ini.

Selama ini, usulan pemekaran wilayah baru selalu berasal dari bawah. Untuk setingkat provinsi, persetujuan harus datang dari gubernur, DPRD Kota/Kabupaten, walikota dan rekomendasi menteri dalam negeri.

Selain meminta kewenangan, pemerintah juga sedang menyusun persyaratan bagi pemekaran wilayah baru. Gamawan mengatakan syaratnya akan semakin ketat seperti jumlah penduduk, luas wilayah dan potensi geografis.

Usulan pemerintah ini mencuat setelah pemekaran wilayah selama ini kurang berhasil dan membebani keuangan negara. Presiden SBY mengungkapkan sebanyak 80% dari wilayah pemekaran tak berhasil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×