kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pemerintah Dorong Antam Ambil Alih Saham di Inalum


Selasa, 22 Juni 2010 / 13:53 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah sedang menyiapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengambilalih porsi saham Indonesia di PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Salah satu BUMN itu adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar menjelaskan bahwa Antam memang sudah lebih dulu terlibat dalam pembahasan soal Inalum ketimbang perusahaan pelat merah lainnya. "Karena itu kalau ditanya siapa yang lebih siap kalaupun ini diserahkan ke BUMN memang antam lebih baik ikut," ujar Mustafa usai pembukaan seminar sistem ketahanan nasional di Lemhanas, Selasa (22/6).

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan memang belum menentukan BUMN mana yang layak untuk mengambilalih saham di Inalum. Namun, Hatta menilai Antam sebagai BUMN yang siap untuk melakukan itu. "Tapi, Antam yang sekarang ini terlibat dalam tim teknis," terang Hatta.

Namun, Hatta masih menolak menyebutkan apakah akan mengambilalih 59% saham yang dipegang Jepang saat ini. Termasuk, apakah masih memberikan porsi saham kepada Jepang meski minoritas. "Kita open discussion nanti, intinya yg paling menguntungkan nasional," tukas mantan Menteri Sekretaris Negara itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×