kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Pemerintah: Distribusi minyak goreng terkendala


Selasa, 25 April 2017 / 14:17 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah memastikan stok pangan menjelang puasa dan Lebaran lebih dari cukup. Namun, pemerintah mengaku masih ada sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satunya, kendala distribusi.

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi mengenai pengendalian harga menjelang Lebaran. Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Direktur Utama Djarot Kusumayakti.

Enggar memastikan, beberapa stok pangan pokok seperti beras, daging, telur, gula, dan minyak, aman dan lebih dari cukup. Namun demikian, masih ada kendala yang dihadapi, misalnya keterlambatan distribusi minyak goreng.

"(Dalam rapat) Saya laporkan bahwa keterlambatan minyak goreng dan sebagainya. Minyak goreng kemasan sederhana," kata Enggar usai rapat, Selasa (25/4).

Menurutnya, keterlambatan tersebut disebabkan oleh lamanya pengemasan (packaging). Hal ini yang menjadi salah satu perhatian pemerintah. Ia mengaku, akan mengumpulkan distributor minyak goreng untuk membahas mengenai hal tersebut.

"(Strategi menjelang lebaran) nanti pendistribusiannya saja dan mempercepat packaging," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×