kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah cetak 15,5 juta kartu untuk kompensasi


Selasa, 14 Mei 2013 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Penurunan harga saham menjadi peluang mengakumulasi saham murah ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah telah menyusun mekanisme penyaluran dana kompensasi yang akan digelontorkan kepada masyarakat pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Mekanismenya, dana kompensasi itu bisa diperoleh melalui kartu khusus yang saat ini sedang dicetak oleh kantor pos Indonesia.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Armida Alisjahbana mengatakan pemerintah akan membagikan sebanyak 15,5 juta kartu untuk dibagikan ke rumah tangga yang mendapatkan dana kompensasi BBM. "Mekanisme dan sistem penyaluran dana kompensasinya diperbaiki. Nantinya menggunakan sistem kartu," jelas Armida di Kantor Presiden, Selasa (14/5).

Armida menjelaskan, kartu khusus ini akan dicetak dan dibagikan oleh kantor Semua masyarakat yang berhak mendapatkan dana kompensasi akan menggunakan kartu ini untuk mendapatkan bantuan, baik itu beras untuk rakyat miskin (Raskin), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Sekarang kartu pembagian kompensasi itu masih dalam proses percetakan dan akan dibagikan saat pemerintah mulai menyalurkan dana kompensasi. Yang menjadi koordinator keseluruhan dalam pembagian dana kompensasi ini adalah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono. Sementara untk program BSM akan langsung ditangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan dibagikan melalui sekolah masing-masing.

Armida menjelaskan, program bantuan sosial ini akan terus berlanjut hingga tahun 2014, kecuali program khusus seperti BLSM yang rencananya cukup dilaksanakan empat sampai lima bulan pasca BBM naik. Program-program khusus ini selain BLSM lainnya adalah program pembangunan infrastruktur pengadaan air bersih dan sanitasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×