kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pemerintah cari tiga opsi pendanaan infrastuktur


Senin, 16 Oktober 2017 / 19:34 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah pemerintah melakukan penyesuaian pembangunan infrastruktur pada proyek pembangkit listrik 35.000 MW, pemerintah menyatakan tak akan melakukan penyesuaian untuk proyek yang lain.

Pemerintah berjanji mengupayakan segala jenis sumber pembiayaan guna mempertahankan proyek prioritas dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan pemerintah tengah mendorong sumber pendanaan untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut.

Ia menyebut, ada beberapa opsi untuk mencari pendanaan infrastruktur yang ada hingga batas waktu tahun 2019. Pertama, pemerintah tengah menggenjot pendapatan negara untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur.

Kedua, pemerintah tengah mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan sekuritisasi dari proyek-proyek infrastruktur yang sudah brown field sehigga pendanaan bagi pembangunan infrastruktur bisa bertambah. Ketiga, proyek tersebut akan kembali direview untuk diperlambat.

"Waktu kita masih dua tahun lagi, ada banyak hal yang masih bisa dilakukan," kata Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (16/10).

Dia bilang di lain pihak, pemerintah tengah gencar pembiayaan melalui sekuritisasi semakin ditingkatkan.

Ia mengimbuh, pemerintah juga tengah menyusun payung hukum untuk monetisasi infrastruktur dalam skema limited concession scheme. "Semua itu upaya untuk mobilisasi pendanaan melalui private placement," tukasnya.

Terpisah, Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto, menyatakan pemerintah tak akan merasionalisasi PSN dan proyek prioritas karena pendanaan. Ia bilang pemerintah memberikan dukungan dengan mencarikan pendanaan proyek-proyek itu.

Dirinya mengakui, salah satu sumber pendanaan yang menjadi incaran pemerintah, ialah melalui pendanaan market pasar. Dalam perkembangannya, PSN pun ia bilang selalu dievaluasi dalam tempo enam bulan sekali.

"Kita masih terus cari terobosan lain, termasuk masalah terobosan perizinan untuk meraih investor," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×