kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Pemerintah beri 'jatah' 15 kg raskin per keluarga


Rabu, 14 Januari 2015 / 23:48 WIB
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki menawarkan beberapa saran tentang bagaimana menemukan jalan untuk menjadi kaya raya.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa mengatakan bahwa setiap keluarga penerima beras bersubdsidi atau beras miskin (raskin) akan mendapatkan 15 kilogram raskin per bulan. Menurut dia, harga raskin per kilonya sebesar Rp 1.600.

"Tebusan 1 kilogram Rp 1.600 dan satu keluarga 15 kilogram per bulan. Jadi harusnya dapat 15 kilo per bulan untuk 15,5 juta keluarga rumah tangga sasaran penerima manfaat," ujar Khofifah di Jakarta, Rabu (14/1).

Lebih lanjut kata dia, pemerintah nantinya akan mengevaluasi pendistribusian raskin tiap tiga bulan. Evaluasi akan menilai apakah sudah tepat sesuai jumlah yang dialokasikan, tepat sasaran, dan tepat waktu atau tidak.

Sementara itu saat ditanya adakah kaitannya antara raskin dan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau tidak, Khofifah mengatakan bahwa 15,5 juta keluarga penerima raskin adalah keluarga penerima KKS.

"Tolong di masing-masing kantor desa atau keluarahan ditempel penerina raskin untuk kontrol pakai barcode," kata dia.

Berdasarkan data Perum Badan Logistik (Bulog), stok beras miskin saat ini ada 1,6 juta ton dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan raskin nasional selama 1 tahun. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×