kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.068   28,32   0,47%
  • KOMPAS100 795   6,77   0,86%
  • LQ45 604   5,03   0,84%
  • ISSI 210   0,26   0,12%
  • IDX30 341   2,64   0,78%
  • IDXHIDIV20 425   3,10   0,74%
  • IDX80 91   0,70   0,77%
  • IDXV30 116   0,43   0,37%
  • IDXQ30 110   0,84   0,77%

Pemerintah belum hitung dampak Trump pada ekonomi


Kamis, 10 November 2016 / 18:13 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku, outlook pertumbuhan ekonomi tahun depan yang bisa melampaui target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2017, yaitu sebesar 5,2%-5,4%. Tapi, hitungan itu belum mempertimbangkan dampak kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru.

Menurut Darmin, target pertumbuhan dalam APBN yang sebesar 5,1% diyakininya tercapai. Sementara itu, apabila pemerintah berhasil menjalankan sejumlah kebijakan mulai dari infrastruktur, investasi, industri, pariwisata, hingga sumberdaya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa melampaui itu, yaitu mencapai 5,2%-5,4%.

"Kami belum secara detail mempertimbangkan itu (Trump), kami waktu disiapkan mana mengerti Trump akan menang," kata Darmin usai acara paparan Outlook Ekonomi 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (10/11).

Menurut Darmin, hingga saat ini kebijakan yang diambil Trump belum terlihat. Namun menurutnya, keinginan Trump untuk memproteksi AS hanya retorika kampanye untuk menarik hati masyarakat agar memilihnya.

Menurutnya, jika Trump ingin lebih memproteksi AS terhadap negara lain, hal tersebut tidak sejalan dengan keinginan AS untuk dihormati negara lain. "You protectionist, you tidak bisa memimpin dunia," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×