kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah belum hitung dampak Trump pada ekonomi


Kamis, 10 November 2016 / 18:13 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku, outlook pertumbuhan ekonomi tahun depan yang bisa melampaui target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2017, yaitu sebesar 5,2%-5,4%. Tapi, hitungan itu belum mempertimbangkan dampak kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru.

Menurut Darmin, target pertumbuhan dalam APBN yang sebesar 5,1% diyakininya tercapai. Sementara itu, apabila pemerintah berhasil menjalankan sejumlah kebijakan mulai dari infrastruktur, investasi, industri, pariwisata, hingga sumberdaya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa melampaui itu, yaitu mencapai 5,2%-5,4%.

"Kami belum secara detail mempertimbangkan itu (Trump), kami waktu disiapkan mana mengerti Trump akan menang," kata Darmin usai acara paparan Outlook Ekonomi 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (10/11).

Menurut Darmin, hingga saat ini kebijakan yang diambil Trump belum terlihat. Namun menurutnya, keinginan Trump untuk memproteksi AS hanya retorika kampanye untuk menarik hati masyarakat agar memilihnya.

Menurutnya, jika Trump ingin lebih memproteksi AS terhadap negara lain, hal tersebut tidak sejalan dengan keinginan AS untuk dihormati negara lain. "You protectionist, you tidak bisa memimpin dunia," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×