kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Pemerintah Apresiasi BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Bisa Dukung Ekspansi Sektor Riil


Rabu, 22 Juli 2026 / 16:40 WIB
Pemerintah Apresiasi BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Bisa Dukung Ekspansi Sektor Riil
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengapresiasi keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. Langkah tersebut dinilai dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan mendorong ekspansi sektor riil dan penyaluran kredit perbankan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan BI menahan suku bunga acuan merupakan kebijakan yang tepat di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian.

"Iya, bagus. Jadi kita mengapresiasi BI menahan tingkat suku bunga, karena tingkat suku bunga ini penting untuk sektor riil untuk bisa bergerak. Hingga dalam situasi seperti sekarang, tingkat suku bunga yang dipertahankan itu bisa mendorong pertumbuhan sektor kredit," ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Bandara Kertajati Siap Punya Fasilitas MRO Pesawat, Istana Targetkan Operasi 2026

Menurut Airlangga, stabilnya suku bunga acuan diharapkan memberikan ruang bagi dunia usaha untuk terus melakukan ekspansi, sekaligus menjaga biaya pendanaan tetap kompetitif sehingga permintaan kredit dari sektor produktif dapat terus meningkat.

Sebelumnya, Bank Indonesia dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (22/7) memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 4,75% dan suku bunga Lending Facility di level 6,50%.

Keputusan tersebut mencerminkan upaya bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi melalui keberlanjutan penyaluran kredit kepada dunia usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×