Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mulai beroperasi pada tahun ini. Saat ini, proses persiapan masih berlangsung, termasuk pengalihan pengelolaan aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah pusat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah ingin mempercepat pemanfaatan Bandara Kertajati agar aset yang telah dibangun dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
"Kita pengennya secepatnya, tapi semua butuh proses karena ada pengalihan aset yang tadinya milik Pemprov Jawa Barat untuk kemudian pengelolaannya dialihkan ke pemerintah pusat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: MPR Pastikan Program Kompor Listrik Gratis Bergulir Tahun 2027, Begini Modelnya
Menurut Prasetyo, pengembangan fasilitas MRO merupakan salah satu skenario pemerintah untuk mengoptimalkan fungsi Bandara Kertajati. Selain menjadi pusat perawatan pesawat, bandara tersebut juga diproyeksikan mendukung layanan embarkasi haji serta fungsi strategis lainnya.
"Kita menghendaki Kertajati yang sudah dibangun itu bisa optimal. Salah satunya menjadi embarkasi haji, kemudian untuk MRO pesawat. Bagaimana aset yang sudah dibangun itu bisa memberikan manfaat yang lebih optimal," katanya.
Ia meyakini optimalisasi Bandara Kertajati akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya melalui efek berganda (multiplier effect). Menurut Prasetyo, lokasi bandara yang strategis serta kawasan yang luas memungkinkan Kertajati menjalankan berbagai fungsi, tidak hanya untuk mendukung sektor pertahanan.
"Tidak hanya Kementerian Pertahanan, karena memang direncanakan fungsinya juga tidak hanya untuk pertahanan," ujarnya.
Prasetyo menambahkan pemerintah menargetkan fasilitas MRO di Bandara Kertajati mulai beroperasi pada tahun ini.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung akan kembali melayani penerbangan komersial domestik mulai September 2026.
Menurutnya, pengaktifan kembali Bandara Husein dilakukan untuk melayani rute domestik, sedangkan penerbangan internasional tetap diarahkan melalui Bandara Kertajati.
Baca Juga: Bank Indonesia Beri Insentif DNDF untuk Kurangi Permintaan Dolar AS
"September, sementara domestik," ujar Dudy saat ditemui di Kementerian UMKM, Selasa (21/7).
Ia mengatakan Kementerian Perhubungan masih menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana sebelum Bandara Husein kembali beroperasi, termasuk perbaikan landasan pacu dan fasilitas bandara yang telah lama tidak digunakan. Untuk penerbangan internasional, pemerintah tetap mengandalkan Bandara Kertajati sebagai pintu gerbang utama di Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
