CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.640   13,00   0,07%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pemerintah akan terus intervensi mengurangi kesenjangan


Selasa, 17 Juli 2018 / 12:07 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan melakukan intervensi demi menekan gini ratio. Meskipun, indikator kesenjangan pendapatan ini pada Maret lalu ini membaik ke level 0,389, terendah sejak September 2011.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Mengatakan, imtervensi yang dimaksud adalah melalui berbagai program pengurangan kemiskinan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang disupport dalam bentuk beras untuk masyarakat yang tidak mampu.

Selain itu, pemerintah juga akan mengadakan perumahan untuk masyarakat yang berpendapatan rendah. Menurutnya, hal ini merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki gini ratio dari sisi yang paling bawah.

“Kemudian untuk sektor produksi dari mulai petani nelayan dan pengusaha sangat ultra mikro juga mendapatkan,” katanya saat di temui di hotel Ritz Calton, Senin malam (16/7).

Sementara dari sisi atas, lanjutnya, pemerintah akan menggunakan pajak. Artinya jika masyarakat menengah ke atas mampu membayar pajak akan semakin tinggi dan banyak kontribusi pajaknya.

“Kita akan terus melakukan reformasi agar kemampuan untuk kepatuhan terutama pada yang paling atas itu bisa meningkat, dengan itu kita menimbulkan  apa yang di sebut alokasi dan distribusi melalui instrumen fiskal,” jelas Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×