kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.909   -10,00   -0,06%
  • IDX 7.693   115,78   1,53%
  • KOMPAS100 1.075   16,52   1,56%
  • LQ45 785   12,74   1,65%
  • ISSI 272   4,12   1,54%
  • IDX30 418   8,12   1,98%
  • IDXHIDIV20 513   10,74   2,14%
  • IDX80 121   1,70   1,43%
  • IDXV30 138   1,99   1,46%
  • IDXQ30 135   2,64   2,00%

Pemerintah akan terbitkan SBN sebesar Rp 991,3 triliun, ini penjelasan Sri Mulyani


Selasa, 17 Agustus 2021 / 13:41 WIB
Pemerintah akan terbitkan SBN sebesar Rp 991,3 triliun, ini penjelasan Sri Mulyani
ILUSTRASI. Pemerintah akan terbitkan SBN sebesar Rp 991,3 triliun, ini penjelasan Sri Mulyani


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah menargetkan pembiayaan utang dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (RAPBN) 2022 yang bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) neto  sebesar Rp 991,3 triliun atau.

Nilai tersebut turun 0,2% jika dibandingkan dengan outlook APBN tahun 2021 sebesar Rp 992,9 triliun. 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan gambaran penerbitan SBN pada 2022 tersebut. Menurutnya, penerbitan SBN akan disesuaikan dengan kondisi market pada tahun 2022.

“Kita akan terus melihat kondisi market. Strategi kita pragmatis, fleksibel, namun tetap prudent. Selain itu, juga akan melihat seluruh peluang dari sisi timming maupun dari sisi market terhadap SBN,” kata Sri Mulyani konferensi pers Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (RAPBN) 2022 secara virtual, Senin (16/8).

Baca Juga: Tak hanya stimulus di sisi pasokan, dunia usaha juga butuh dorongan permintaan

Selain itu, Sri Mulyani bilang, penerbitan SBN nantinya akan sangat ditentukan ketepatan waktu dan mempertimbangkan kondisi yang tepat untuk menerbitkan SBN, sehingga risikonya bisa ditekan seminimal mungkin.

Lebih lanjut, pemerintah juga disinyalir akan terus mengoptimalkan sumber-sumber biaya yang sifatnya non utang seperti saldo kas dari Bantuan Langsung Tunai (BLU) yang dilakukan dengan sisa anggaran lebih Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SLPA) seperti yang dilakukan pada tahun 2021.

“Kita juga akan memanfaatkan support terutama dari sumber-sumber multilateral dan bilateral. Jadi dari campuran sumber ini yang akan mendanai pembiayaan kita tahun 2022 secara pruden fleksibel dan opportunity pragmatik” pungkasnya.

Selanjutnya: Rupiah diprediksi menguat pada Rabu (18/8), ditopang data neraca perdagangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×