kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Pemerintah ajak investor Jepang kerja sama di bidang vokasi dan industri


Selasa, 17 April 2018 / 22:56 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta kepada investor Jepang untuk bekerja sama dalam bidang pelatihan vokasi dan Industri. Hal ini untuk menjadi pandangan dari berbagai investor dunia.

Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodionegoro mengatakan, hal tersebut merupakan cara terbaik untuk mengetahui perkembangan tekenologi melalui sumber daya manusia dan kemampuan.

“Karena itu kenapa kita ingin pelatihan vokasi dibentuk dan didukung oleh salah satu investor besar dari Jepang di Indonesia,” katanya, Selasa (17/4).

Menurutnya, Indonesia bisa mencontoh Jepang dalam mengimplementasikan hal-hal baru. Dengan begitu, produktivitas tenaga kerja diharapkan berkembang, karena kemampuannya meningkat.

“Tapi saya tahu ini pasti membutuhkan waktu untuk para mengumpulkan keberanian dari masyarakat Indonesia. Kita butuh semacam dukungan dan saya percaya dukungan itu dapat berasal dari investor Jepang untuk pelatihan vokasi ini,” tambahnya.

Bambang menlanjutkan, dari aspek lain Indonesia juga dapat melakukan kerja sama di bidang riset and development (RnD). Ini selalu menjadi isu besar pemerintah karena pemerintah masih merasa bahwa investor untuk Rnd itu masih sedikit.

“Mungkin untuk budgetnya bisa ditambahkan dan akan memberikan pajak insentif khususnya kepada para investor yang ingin mengembangkan Rnd di Indonesia. Indonesia bisa bekerja sama dengan Jepang untuk hal ini,” jelasnya.

Pemerintah juga mengajak investor Jepang uuntuk bertukar informasi mengenai teknologi dan pengembangan sektor manufaktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×