kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemda DKI belum temukan cara penanggulan rob


Senin, 05 Desember 2011 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Pembatasan kegiatan di Jawa-Bali untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19, diprediksi tidak berdampak besar ke IHSG.


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menegaskan penanggulan rob atau banjir air laut di Jakarta hanya sementara saja. Sifatnya belum untuk jangka panjang.

"Langkah yang kami lakukan bisa dibilang ad hoc, sifatnya untuk jangka panjang itu memerlukan konsep yang lebih komprehensif," katanya di kantor Presiden, Senin (5/12).

Foke mengaku, penanggulangan yang bersifat jangka panjang ini masih dalam proses perumusan. Meski demikian, pemerintah provinsi DKI terus mencoba, mengontrol dan mengendalikan luapan air laut ke daratan.

Salah satunya dengan membangun tanggul di Utara Jakarta. Namun menurutnya, kejadian saat ini di luar kebiasaan. Pasalnya luapan air laut jauh lebih tinggi dibandingkan tanggulnya.

"Kiat sudah membangun tanggul yang lebih tinggi 3 meter. Pada saat level air 2,5 meter dan angin kencang ada lintasan air yang melampaui tanggul," katanya.

Foke pun mengaku saat tengah me-review kembali ketinggian tanggung. Artinya tanggul yang sekarang dirasa kurang memadai. "Berarti harus dibuat tanggul yang lebih kuat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×