kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Pembatasan impor membuat ekonomi melambat, tapi langkah tepat


Rabu, 15 Agustus 2018 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas dermaga JICT Tanjung Priok


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah siap untuk menyetop impor 500 komoditas dalam rangka mengendalikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang terus melebar. Pembatasan impor yang dimaksud, yakni mulai dari impor barang modal hingga barang konsumsi.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pembatasan impor yang dilakukan pemerintah bisa membuat pertumbuhan ekonomi dalam negeri melambat. Seberapa besar dampaknya lanjut Josua, tergantung pada implementasi kebijakan tersebut.

"Perkiraan saya masih 5,1%-5,2% pertumbuhan ekonomi full year tahun ini. Tapi saya belum hitung lagi," kata Josua kepada KONTAN, Rabu (15/8).

Meski demikian, ia menilai langkah yang diambil pemerintah menjadi langkah yang tepat untuk meredam CAD yang melebar. Apalagi, memasuki kuartal ketiga tahun ini, neraca perdagangan kembali mencatat defisit, bahkan cukup besar mencapai US$ 2,03 miliar.

Jika neraca perdagangan barang kembali mencatat defisit di kuartal II ini maka akan semakin menekan CAD. "Pemerintah mau tidak mau dalam jangka pendek membatasi impor ketimbang dorong ekspor, itu lebih lama," tambah dia.

Lebih lanjut, menurutnya, jika CAD bisa ditekan maka sumber-sumber gejolak nilai tukar rupiah bisa semakin mereda. Jika gejolak rupiah mereda, maka juga akan memberi dampak positif terhadap ekonomi dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×