kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pembangunan jalur kereta api ke Bandara YIA ditargetkan selesai di 2020


Senin, 26 Agustus 2019 / 14:26 WIB

Pembangunan jalur kereta api ke Bandara YIA ditargetkan selesai di 2020
ILUSTRASI. Kereta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pembangunan jalur kereta api ke ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) selesai di akhir 2020.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, angkutan kereta api akan diintensifkan supaya akses penumpang menuju Yogyakarta bertambah dan lebih mudah.

Baca Juga: Buruan, PT KAI gratiskan naik kereta api untuk jalur-jalur ini di HUT RI

"Kereta Api akan difinalkan dari Bandara YIA ke Stasiun Kedundang kira-kira pada akhir 2020," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang dikutip Kontan.co.id, Senin (26/8).

Pembangunan jalur kereta api menuju Bandara YIA pun direncanakan mulai Oktober 2018, dimana sebagai tahap awal jalur kereta api tersebut akan dibangun di daerah Stasiun Kedundang dan di sekitar area Bandara YIA.

Stasiun Kedundang merupakan stasiun yang sudah lama tidak beroperasi yang berlokasi di antara Stasiun Tugu dan Stasiun Wojo. Nantinya, stasiun tersebut menjadi persimpangan antara jalur KA menuju Bandara YIA dan menuju Stasiun Wojo.

Jalur kereta api yang akan dibangun pun merupakan jalur layang (elevated), tetapi tingginya hanya sekitar 3-6 meter.

Dengan pembangunan jalur kereta api ini, waktu tempuh menuju Bandara YIA pun bisa dipangkas.

Baca Juga: Daftar Maskapai dan Rute Penerbangan Domestik di Yogyakarta International Airport

“Jadi jika sekarang waktu tempuh dari stasiun tugu ke Bandara YIA dari stasiun Wojo 60 menit, karena harus menggunakan bus feeder menuju Bandara. Nantinya jika jalur kereta api sudah tersambung dari Bandara YIA sampai Stasiun Kedundang ini, waktu tempuhnya hanya 35 menit dengan headway 15 menit sekali,” jelas Budi.

Budi pun meminta frekuensi perjalanan kereta api dari Yogyakarta menuju Bandara YIA atau sebaliknya lebih dioptimalkan.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×