kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.117   -72,00   -0,40%
  • IDX 5.016   96,41   1,96%
  • KOMPAS100 647   14,92   2,36%
  • LQ45 513   11,90   2,37%
  • ISSI 166   2,60   1,60%
  • IDX30 289   5,98   2,11%
  • IDXHIDIV20 388   6,14   1,60%
  • IDX80 75   1,70   2,33%
  • IDXV30 108   1,43   1,35%
  • IDXQ30 97   1,92   2,02%

Pekerja Informal Masih Mendominasi Pasar Kerja RI, Capai 57,93%


Kamis, 05 November 2026 / 12:29 WIB
Pekerja Informal Masih Mendominasi Pasar Kerja RI, Capai 57,93%
ILUSTRASI. BPS mencatat pekerja informal mendominasi pasar kerja Indonesia. Per Agustus 2026, proporsi pekerja informal 57,93% dari total penduduk bekerja. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pekerja informal masih mendominasi pasar kerja Indonesia. 

Per Agustus 2026, proporsi pekerja informal mencapai 57,93% dari total 147,99 juta penduduk bekerja.

Sementara itu, pekerja formal hanya mencakup 42,07% dari total penduduk bekerja atau sekitar 62,25 juta orang. Adapun jumlah pekerja informal mencapai 85,73 juta orang.

Berdasarkan data BPS, proporsi pekerja informal tersebut sedikit meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 57,80%. Pada periode yang sama, jumlah pekerja informal tercatat sebanyak 84,70 juta orang.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,47% Kuartal III-2026, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga & Investasi

Di sisi lain, proporsi pekerja formal justru mengalami penurunan dari 42,20% pada Agustus 2025 menjadi 42,07% pada Agustus 2026. Meski demikian, secara jumlah, pekerja formal tetap mengalami peningkatan dari 61,84 juta orang menjadi 62,25 juta orang.

BPS menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal selama Agustus 2025 hingga Agustus 2026 terutama didorong oleh meningkatnya jumlah buruh, karyawan, atau pegawai.

"Sejalan dengan peningkatan penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan dan pegawai, jumlah pekerja formal per Agustus 2026 mengalami peningkatan menjadi sekitar 62,25 juta orang," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan status pekerjaan, kelompok buruh, karyawan, atau pegawai mencakup 38,61% dari total penduduk bekerja. Jumlahnya bertambah sekitar 359.000 orang dibandingkan Agustus 2025.

Baca Juga: 7,38 Juta Orang Masih Menganggur, Ini Gambaran Pasar Kerja Indonesia

Sementara itu, penambahan terbesar berdasarkan status pekerjaan terjadi pada kelompok penduduk yang berusaha sendiri. Jumlahnya meningkat sekitar 535.000 orang dalam setahun.

Adapun kelompok pekerja informal juga mencakup penduduk yang berusaha sendiri, pekerja yang dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja bebas, serta pekerja keluarga tidak dibayar.

Jika dirinci lebih lanjut, kelompok pekerja yang berusaha sendiri mencakup 21,55% dari total penduduk bekerja. 

Kemudian, pekerja yang berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar mencapai 13,82%.

Selanjutnya, pekerja keluarga atau tidak dibayar memiliki proporsi 12,91%. Sementara itu, pekerja bebas di nonpertanian mencapai 5,17% dan pekerja bebas di pertanian sebesar 4,48%.

Adapun kelompok berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar memiliki proporsi sebesar 3,46% dari total penduduk bekerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×