kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.117   -72,00   -0,40%
  • IDX 5.016   96,41   1,96%
  • KOMPAS100 647   14,92   2,36%
  • LQ45 513   11,90   2,37%
  • ISSI 166   2,60   1,60%
  • IDX30 289   5,98   2,11%
  • IDXHIDIV20 388   6,14   1,60%
  • IDX80 75   1,70   2,33%
  • IDXV30 108   1,43   1,35%
  • IDXQ30 97   1,92   2,02%

Ekonomi RI Tumbuh 5,47% Kuartal III-2026, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga & Investasi


Kamis, 05 November 2026 / 12:25 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,47% Kuartal III-2026, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga & Investasi
ILUSTRASI. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,47% masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi dengan total kontribusi mencapai 82,78% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan positif pada kuartal III 2026.

Ia merinci dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni mencapai 51,97%, dengan pertumbuhan sebesar 5,04% yoy.

Baca Juga: 7,38 Juta Orang Masih Menganggur, Ini Gambaran Pasar Kerja Indonesia

Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi memberikan kontribusi sebesar 30,81% terhadap PDB, dengan pertumbuhan sebesar 6,06%.

"Dari sisi pengeluaran pada triwulan III tahun 2026 secara year on year, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif," uajr Edy dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026)

Adapun konsumsi atau belanja pemerintah menyumbang 7,28% terhadap PDB, dengan pertumbuhan 8,95% yoy sekaligus menjadi komponen pertumbuhan tertinggi dibandingkan komponen lainnya pada kuartal III.

Dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,62 poin persentase. Selanjutnya, PMTB memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,91 poin persentase.

Sementara itu, untuk konsumsi pemerintah sumber pertumbuhan hanya sebesar 0,62 poin persentase. 

Edy menjelaskan, peningkatan konsumsi pemerintah terutama didorong oleh kenaikan realisasi belanja pegawai, khususnya pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN). 

Baca Juga: BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III 2026 Mencapai 5,47%

"Peningkatan realisasi belanja barang dan jasa yang diserahkan kepada masyarakat di antaranya program Makan Bergizi Gratis atau MBG," ujar Edy

Meski seluruh komponen pengeluaran mencatatkan pertumbuhan positif, sumber pertumbuhan dari sejumlah komponen mengalami penurunan dibandingkan kuartal II 2026.

Pada kuartal II 2026, konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,68 poin persentase. Angka tersebut turun menjadi 2,62 poin persentase pada kuartal III 2026.

Hal serupa terjadi pada PMTB yang sumber pertumbuhannya turun dari 2,06 poin persentase pada kuartal II 2026 menjadi 1,91 poin persentase pada kuartal III 2026.

Sementara itu, sumber pertumbuhan konsumsi pemerintah juga turun dari 1,07 poin persentase menjadi 0,62 poin persentase pada periode yang sama.

Baca Juga: BPS Mencatat Jumlah Pekerja Bertambah 1,44 Juta Orang pada Agustus 2026

Lebih lanjut, BPS mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga ditopang oleh konsumsi restoran dan hotel yang tumbuh 6,59%. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya konsumsi makanan jadi di rumah makan dan restoran.

Selain itu, konsumsi transportasi dan komunikasi tumbuh 5,83%, didukung mobilitas rumah tangga serta penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan dan acara olahraga.

Dari sisi investasi, pertumbuhan PMTB didorong oleh subkomponen kendaraan yang tumbuh 12,96%, baik yang berasal dari produksi domestik maupun impor.

Pertumbuhan PMTB tersebut juga sejalan dengan peningkatan realisasi investasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang tumbuh 7,59%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×