kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pekan pertama 2014, laju inflasi 0,77%


Rabu, 15 Januari 2014 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. 35 Aplikasi Android Ini Disusupi Malware, Uninstall Sekarang Jika Ada di HP Anda


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Berdasarkan pemantauan atau survei inflasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) di minggu pertama Januari 2014, terjadi inflasi sebesar 0,77%. Inflasi ini terjadi akibat adanya kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram (kg) yang mulai dilakukan pada awal tahun.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, andil bahan bakar rumahtangga sebesar 0,4% dalam inflasi sebesar 0,77% minggu pertama month on month (mom). Ini mengindikasikan adanya lonjakan inflasi akibat kenaikan gas elpiji 12 kg.

Menurut Perry, kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar 67% menjadi Rp 3.900 per kg pada minggu pertama Januari memang menyebabkan inflasi naik. Namun, dengan adanya penurunan kembali harga gas elpiji 12 kg menjadi hanya 17% atau sebesar Rp 1.000 per kg menyebabkan inflasi di minggu kedua dan seterusnya akan mengalami penurunan.

"Sehingga tidak akan lebih dari 0,2% inflasinya," ujar Perry dalam Focus Group Discussion (FGD) BI di Jakarta, Rabu (15/1).

Sebelumnya, BI menghitung andil kenaikan gas elpiji 12 kg terhadap inflasi Januari adalah sebesar 0,1%. Adapun hingga akhir tahun, BI memprediksi inflasi akan berada di kisaran 4,5% plus minus satu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×