kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pekan depan, DKI mulai bangun waduk Marunda


Jumat, 07 Februari 2014 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Seorang pejabat kesehatan senior China menyarankan orang untuk menghindari kontak fisik dengan orang asing untuk mencegah kemungkinan infeksi cacar monyet. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembangunan Waduk Marunda di Jakarta Utara. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan mengatakan, pembangunan waduk itu diprioritaskan dari sembilan waduk yang direncanakan.

"Kita utamakan pembangunan waduk yang di Marunda, segera pekan depan dimulai," kata Manggas kepada wartawan, Jumat (7/2/2014).

Waduk itu akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektar. Namun, pengerjaan awalnya akan dikerjakan di atas lahan 30 hektar. Sisa 20 hektar lainnya masih dalam proses pembebasan lahan.

Waduk itu dibangun sebagai salah satu langkah untuk mengatasi banjir di Ibu Kota. Secara teknis, pembangunan Waduk Marunda tidak akan menggunakan dinding turap. Dinding waduk itu hanya ditempel tanah hasil pengerukan. Pembangunan Waduk Marunda ditargetkan selesai dalam dua tahun.

"Setelah Marunda selesai, kami akan bangun dua waduk baru lainnya, yaitu Rorotan seluas 26 hektar dan Waduk Kamal seluas 90 hektar," kata Manggas.

Meski mulai dikeruk pekan depan, hingga saat ini Dinas PU DKI belum mengetahui berapa detail anggaran yang dipersiapkan. Namun, ia memastikan pembangunan waduk akan menggunakan dana APBD dan APBN pos Kementerian Pekerjaan Umum. Pada saat pembangunan, bisa saja anggaran yang dialokasikan lebih murah sebab DKI telah mulai membeli dan mengelola alat berat sendiri. "Pembebasan lahannya juga sudah dilakukan sebagian. Yang penting kita jalan dulu," ujar dia. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×