kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PDIP janji tak akan intervensi kepemimpinan Jokowi


Jumat, 05 Oktober 2012 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Alat berat beroperasi saat bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo menyambangi Gedung DPR, Jumat (5/10), sekitar pukul 10.00. Kedatangan kali ini atas undangan fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP).

Dalam pertemuan ini, Jokowi -sapaan akrabnya- dan fraksi PDI Perjuangan mengadakan pertemuan untuk bertukar pikiran mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Jokowi pasca pelantikan resmi sebagai Gubernur.

Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani mengatakan, kedatangan Jokowi ini bersifat silaturahmi. Selain itu, pertemuan tersebut juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah Jakarta. Meski membicarakan berbagai masalah yang terkait dengan wilayah yang akan dipimpin oleh Jokowi ini, menurut Puan, pihaknya tidak akan melakukan campur tangan atau intervensi kepemimpinan Jokowi-Basuki periode 2012-2017 mendatang.

Putri dari Megawati Soekarnoputri ini berharap, Jokowi-Basuki dapat menjalankan tugasnya seperti visi dan misi yang telah disampaikan pada kampanye pemilihan Gubernur kemarin."Kami mengatakan bahwa silakan Jokowi bekerja sesuai dengan apa yang menjadi visi Jokowi. Dan kami tidak akan mengintervensi," ujar Puan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (5/10).

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Jokowi-Basuki rencananya dilantik pada 7 Oktober nanti, tapi jadwal itu mengalami perubahan. DPRD DKI Jakarta diperkirakan baru akan menyelenggarakan pelantikan terhadap Gubernur Ibukota negara ini pada 11 Oktober nanti. Jokowi-Basuki unggul dalam Pilgub DKI 2012 unggul di putaran kedua dengan suara 53,21%. Sementara lawannya, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli meraih 46,79%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×