kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.931   31,00   0,17%
  • IDX 6.316   -24,47   -0,39%
  • KOMPAS100 834   -5,35   -0,64%
  • LQ45 631   -5,49   -0,86%
  • ISSI 217   -0,78   -0,36%
  • IDX30 356   -2,80   -0,78%
  • IDXHIDIV20 440   -3,20   -0,72%
  • IDX80 95   -0,75   -0,78%
  • IDXV30 118   -0,48   -0,40%
  • IDXQ30 114   -0,98   -0,85%

Pasokan Beras Semakin Seret, Ini Upaya Pemerintah


Kamis, 07 September 2023 / 18:11 WIB
Pasokan Beras Semakin Seret, Ini Upaya Pemerintah
ILUSTRASI. Harga beras di dalam negeri terus merangkak naik. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.


Reporter: Shobihatunnisa Akmalia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga beras di dalam negeri terus merangkak naik. Badan Pangan Nasional tekankan bahwa saat ini pemerintah memiliki beras yang cukup. Pemerintah juga akan mulai menyalurkan bantuan pangan beras 1.52 juta ton pada Senin, (11/9) nanti.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, produksi GKP (gabah kering panen) semester II-2023 pasti lebih sedikit dibandingkan semester I. Pemerintah akan intervensi penyaluran bantuan pangan beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini akan disalurkan pada tiga bulan mulai September 2023 dengan 10 kg per penerima.

“Pemerintah akan intervensi 21.3 juta KPM, per 10kg, 3 bulan mulai September 2023” ungkap Arief kepada Kontan.co.id, Kamis (7/9).

Baca Juga: Pasokan Beras Terbatas, Begini Kata Pengamat Pertanian

Untuk menangani permasalahan menipisnya pasokan beras, pemerintah akan mengimpor 2 juta ton. 

“Impor Beras 2023 disetujui 2 juta ton, kita sedang cari sisanya 400 ribu ton lagi.” ujar Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×