kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pasca tsunami, penurunan jumlah wisman Jepang ke Indonesia tidak signifikan


Jumat, 01 April 2011 / 10:52 WIB
ILUSTRASI. GIMNI telah mendistribusikan bantuan di berbagai daerah baik berupa sembako, produk kebersihan, dan alat kesehatan kepada masyarakat sekitar dan rumah sakit.


Reporter: Irma Yani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pasca bencana tsunami Jepang pada pertengahan Maret lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, wisatawan mancanegara (wisman) dari Jepang yang datang ke Indonesia turun 7,45%.

"Ada penurunan jika dilihat dari sebelum dan sesudah terjadinya tsunami," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Jumat (1/4).

Namun, Rusman mengatakan penurunan tersebut tak signifikan. "Untuk turis dari Jepang memang turun, tapi tidak signifikan," tandasnya.

Rusman memaparkan, BPS memcatatkan pada 1-11 Maret 2011 Wisman dari Jepang yang masuk ke Indonesia sebanyak 864 orang per hari. Sementara, rata-rata per hari setelah tsumami, katanya, tercatat sebanyak 799 orang.

"Dengan demikian, maka jumlah wisman dari Jepang selama bulanan tidak mengalami perubahan berarti. Saya yakin di bulan April juga akan sama," terangnya.

Ia mengatakan, salah satu alasan yang membuat penurunan wisman Jepang tidak terlalu besar adalah perencanaan perjalanan yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum terjadinya tsunami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×