kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.972   80,00   0,45%
  • IDX 5.998   -103,04   -1,69%
  • KOMPAS100 780   -15,29   -1,92%
  • LQ45 589   -9,50   -1,59%
  • ISSI 208   -4,15   -1,96%
  • IDX30 333   -5,02   -1,49%
  • IDXHIDIV20 407   -5,47   -1,33%
  • IDX80 88   -1,78   -1,98%
  • IDXV30 110   -1,11   -1,00%
  • IDXQ30 106   -1,31   -1,22%

Pasca tsunami, penurunan jumlah wisman Jepang ke Indonesia tidak signifikan


Jumat, 01 April 2011 / 10:52 WIB
ILUSTRASI. GIMNI telah mendistribusikan bantuan di berbagai daerah baik berupa sembako, produk kebersihan, dan alat kesehatan kepada masyarakat sekitar dan rumah sakit.


Reporter: Irma Yani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pasca bencana tsunami Jepang pada pertengahan Maret lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, wisatawan mancanegara (wisman) dari Jepang yang datang ke Indonesia turun 7,45%.

"Ada penurunan jika dilihat dari sebelum dan sesudah terjadinya tsunami," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Jumat (1/4).

Namun, Rusman mengatakan penurunan tersebut tak signifikan. "Untuk turis dari Jepang memang turun, tapi tidak signifikan," tandasnya.

Rusman memaparkan, BPS memcatatkan pada 1-11 Maret 2011 Wisman dari Jepang yang masuk ke Indonesia sebanyak 864 orang per hari. Sementara, rata-rata per hari setelah tsumami, katanya, tercatat sebanyak 799 orang.

"Dengan demikian, maka jumlah wisman dari Jepang selama bulanan tidak mengalami perubahan berarti. Saya yakin di bulan April juga akan sama," terangnya.

Ia mengatakan, salah satu alasan yang membuat penurunan wisman Jepang tidak terlalu besar adalah perencanaan perjalanan yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum terjadinya tsunami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×