kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Para Ekonom Kompak Deflasi Berlanjut di Februari 2025


Jumat, 28 Februari 2025 / 18:42 WIB
Para Ekonom Kompak Deflasi Berlanjut di Februari 2025
ILUSTRASI. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/11/2024. Para ekonom memperkirakan pada Februari 2025 masih mengalami deflasi akibat berbagai faktor yang menekan harga.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Para ekonom memperkirakan pada Februari 2025 masih mengalami deflasi akibat berbagai faktor yang menekan harga, namun tekanan inflasi diperkirakan mulai meningkat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran.

Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang menduga pada Februari 2025 akan mengalami deflasi sebesar 0,17% secara bulanan (mom). Namun secara tahunan akan mengalami inflasi sebesar 0,22% yoy.

Menurutnya, penyebab utama deflasi bulanan adalah keberlanjutan diskon tarif listrik sebesar 50%, yang membantu menekan biaya hidup masyarakat. 

Namun, deflasi lebih lanjut tertahan oleh kenaikan harga cabai akibat faktor musiman cuaca serta permintaan yang meningkat menjelang bulan Ramadhan. 

"Selain itu, kenaikan harga emas juga turut menjadi faktor penopang inflasi, seiring dengan meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global," ujar Anna kepada Kontan.co.id, Jumat (28/2).

Baca Juga: Surveyor Indonesia Sosialisasikan Layanan Berkelanjutan dalam Lingkup Ekonomi Kreatif

Memasuki momen Ramadhan dan menjelang lebaran, Anna memperkirakan bahwa tekanan inflasi diperkirakan mulai meningkat terutama dari kelompok harga pangan bergejolak (volatile food) dan permintaan barang serta jasa yang lebih tinggi.

Dengan dinamika seperti itu, Anna memperkirkan inflasi inti (core inflation) akan mencapai 2,45% yoy.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA David Sumual juga memperkirakan terjadi deflasi secara bulanan sebesar 0,287% mtm dan secara tahunan terjadi inflasi 0,04% yoy.

Menurutnya, perlambatan inflasi terutama disebabkan oleh harga bahan pokok yang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, kecuali beras yang stagnan dan gula pasir yang mengalami kenaikan sedikit.

"Selain itu, juga diskon tarif listrik masih berlangsung di Februari ini," kata David.

Sementara itu, David memperkirakan inflasi inti akan mencapai 2,47% secara yoy terutama dipengaruhi oleg lonjakan harga emas, yang kembali naik cukup tinggi.

Di sisi yang lain, administered prices mengalami sedikit akselerasi akibat kenaikan harga BBM jenis Pertamax. 

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Dorong Transformasi Industri Semen Menuju Ekonomi Hijau

Selanjutnya: Mesoestetic dan Herca Dorong Pertumbuhan Industri Estetika Indonesia

Menarik Dibaca: Mesoestetic dan Herca Dorong Pertumbuhan Industri Estetika Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×